h1

AHLUL HADIS

ABDULLAH BIN AL-MUBARAK (118-181 H)

  1. Nama Lengkap, Lahir dan Wafatnya Beliau

Beliau bernama Abdullah bin al-Mubarak Abu Abdurrahman al-Marwazy, Maula Bani Handhalah. Beliau lahir di salah satu kota yang terdapat di Khurasan yang dikenal dengan nama Marwaz pada tahun 118H /726 M dari rahim seorang ibu keturunan Khawarizmi dan ayah yang berkebangsaan Turki. Secara fisik beliau sangat mirip dengan ayahnya. [1]

Beliau wafat pada tahun 181 H/797 M setelah beliau kembali dari berjihad, dan jasad beliau yang mulia dikuburkan di desa Hayyat Bagdad.[2]

  1. Kehidupan Beliau

Abdullah bin al-Mubarak Rahimahullah tumbuh dan besar di Marwaz yang merupakan kota kelahirannya, beliau terdidik ditengah keluarga yang shaleh yang senantiasa menjaga nilai-nilai keberislaman lagi wara’. Pada masa awal pertumbuhan dan perkembangannya beliau belajar pada sebuah sekolah dan menimba ilmu-ilmu dasar disana, maka pada masa itu tampaklah kecerdasan dan kecepatan beliau dalam menghafal sebagaimana persaksian salah seorang teman yang selalu bersamamnya dia berkata: “Ketika kami masih duduk ditaman kanak-kanak akau bersama Ibnu al-Mubarak melewati seseorang yang sedang berkhutbah, dimana khutbah yang disampaikan oleh orang tersebut sangat panjang, setelah khutbah selesai Ibnu al-Mubarak berkata kepadaku: ‘Aku telah menghafalkan seluruh isi khutbah tersebut’. Seseorang yang ada disekitarnya mendengarkan perkataan Ibnu al-Mubarak lalu berkata: ‘kalau memeang demikian sampaikanlah khutbah yang baru saja disampaikan oleh khatib tadi!’, kemudian Ibnu al-Mubarak mengulangi isi khutbah tersebut tanpa menambah dan menguranginya”.

Ibnu al-Mubarak muda terputus dari pendidikan dan terjerumus ke dalam lembah kehidupan yang penuh dengan hura-hura dan kesia-sian serta menghabiskan masa muda dengan musik dan nyayian. Hal ini dapat diketahui berdasarkan riwat Ibnu al-mubarak kepada Imam Abu Hanifah ketika beliau ditanya tentang kapan beliau memulai perjalanan spiritual yang sesungguhnya lalau beliau menjawab: “Dulu aku selalu duduk bersama dengan teman-temanku disebuah taman sambil makan dan minum hingga malam tiba. Dan aku dahulu dilenakan oleh suara-suara alat musik, kemuadian aku tertidur dan dalam tidurku aku bermimpi melihat sekor burung yang hinggap diatas pohon tepat di atas kepalaku, burung itu berkata : “Tidakkah orang-orang yang beriman itu menyadari pentingnya kekhusyukan ketika berzikir kepada Allah dan (mematuhi) seluruh apa yang diturunkan (oleh Allah) dari kebenaran?”, aku menjawab : “tentu, mereka menyadarinya”, kemudian aku tersadar lalu aku memecahkan alat musik yang ada ditanganku dan meninggalkan tempat dimana aku berada, sejak saat itulah awal dari sebuah kezuhudan yang aku jalani hingga saat ini”. Demikianlah kisah taubat sang Ibnu al-Mubarak muda yang kemudian kembali kepada asal-mulanya dan menyibukkan diri dlam menuntut ilmu dan mengamalkannya.[3]

  1. Karya Belia

Kitab Abdullah Ibnu al-Mubarak yang menjadi bahan kajian dalam pebahasan kitab hadis ini adalah kitab beliau yang berjudul “Musnad Abdullah bin al-Mubarak wa Yalihi Kitab al-Birr wa al-Shilah” (Musnad Abdullah bin al-Mubarak selanjutnya Kitab Berbakti dan Berinteraksi) yang ditahqiq dan di takhrij hadis-hadisnya oleh al-Ustadz Dr. Mustafa Usman Muhammad, dan dicetak serta diterbitkan pertama kali oleh Dar al-Kutub al-Ilmiyyah Beirut pada tahun 1411 H/1991 M.


[1] Dr. ‘Isham Muhammad al-Haj Ali, A’lam al-Fuqaha’ wa al-Muhadditsiin : al-Imam al-Mujahid Abdullah bin al-Mubarak (118-181 H/726-797 M), (Cet. I; Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1411 H/1990 M) h. 55

[2] Ibid, h. 131

[3] Ibid, h. 56-57

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: