h1

SESAL DAN MAAFKU UNTUKMU

6 Desember 2011

Antara April dan Desember yang ke tigabelas 2010 merupakan bulan-bulan penuh kesabaran dalam merawatmu agar kamu tetap tumbuh dengan baik.

Kamu senantiasa mendapat penjagaan  sepanjang siang dan malam

Asupan gizi harus senantiasa terpenuhi demi perkembangan jasmanimu

Doa-doa dan tilawah al-Qur’an senantiasa kami perdengarkan atas nama Tuhan penciptamu demi membentuk kebaikan rohanimu walau kami sadari sesungguhnya kamu suci karena kesucian penciptamu.

Kami tidak pernah bosan merawatmu sepanjang masa-masa penantian harapan kami terhadapmu.

Selama masa-masa penantian itu, kami terus berdo’a penuh harap dan tawakkal kepada Allah agar kamu dapat hadis mengisi harmoni kebahagiaan diantara kami.

Aku merasa bersalah kepadamu, karena disaat umurmu masih tujuh bulan aku telah meninggalkanmu, selama empat bulan aku tidak ikut merawatmu, bahkan di hari ke tigabelas desember itu aku tidak melihat bagaimana kamu datang, dan tidak mendampingi ibumu dalam berbagai proses yang harus dijalaninya.

Aku tidak menyambut kehadiranmu dengan Adzan dan tilawah al-Qur’an karena ketetapan lain yang harus aku jalani. Aku hanya dapat melihatmu beberapa jam setelah kehadiranmu.

Ketika melihatmu pertama kali kamu sedang terbaring berselimutkan kain bermotif batik yang menutupi seluruh tubuhmu, hanya wajahmu yang puti bersih itu yang tampak bagiku dibalik kaca bening tempat dimana kamu dibaringkan.

Saat melihatmu, keningmu tampak berkerut dalam tidurmu seolah kamu mengenali kahadiranku disisimu yang sedang mengganggu tidurmu…yaa itu yang kurasakan…hatiku berbisik kalo kehadiranku mengusik ketenangan tidurmu…

Perasaan bahagia menyelimuti jiwaku saat itu, tak sehuruf kata pun dapat terlontar dari lidahku yg keluh, hanya lantunan do’a yang terus kupanjatkan dari dasar hatiku untukmu kepada Tuhan penciptamu yang mungkin menggetarkan ‘Arsy al-Rahman di malam itu.

Dalam do’aku untkmu tersimpan harapan agar kehadiranmu dapat terus mewarnai indahnya taman sakinah dengan semerbak mawaddah yang terpelihara dengan rahmat dari Allah Swt.

Selama bersamamu saat itu, aku berjanji kepadamu dan kepada Tuhanmu untuk tidak pergi meninggalkanmu sebelum kutunaikan kewajibanku dan memberikan hakmu atas nama Tuhanmu sesuai dengan tuntunan dan perintah utusan mulia.

Kini dua belas bulan telah berlalu sejak awal kehadiranmu, selama itu hanya trhitung kurang lebih empat bulan aku ikut merawatmu, menemanimu bercanda dan bersenda gurau dan mengajarimu berbagai hal yang menjadi bagian dari kebutuhan dasarmu.

Maafkan aku yang telah jauh dari kehidupanmu saat ini, tapi ketahuilah bahwa do’a-do’aku tak akan pernah terputus kupanjatkan untukmu agar kesehatan, kebahagiaan, dan kecukupan rezeki senantiasa terlimpahkan untukmu dari sang Maha Penjamin kehidupan dari apa yang telah diciptakanNya..

I LOVE U Soo Much My Sweety Daugther forever…

%d blogger menyukai ini: