Archive for Agustus, 2010

h1

BAB WADAH (Hadis 14-15 Bulugul Maram)

29 Agustus 2010

Hadits 14

عن أبي حذيفة بن يمان –رضي الله عنه- قال : قال رسول الله –صلى الله عليه و سلم- ((لا تشربوا في آنية الذهب و الفضة, و لا تأكلوا في صفاحفها, فإنها لهم في الدنيا, و لكم في الأخرة)) متفق عليه
Dari Abu Hudzaifah bin Yaman – radiyallahu ‘anhu- dia berkata, Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Janganlah kalian minum di wadah yang terbuat dari emas dan perak, dan janganlah kalian makan dari piring keduanya, karena wadah-wadah itu untuk mereka (orang-orang kafir) di dunia, dan untuk kalian (orang-orang Islam) di akhirat” (Muttafaqun ‘alaihi) Read the rest of this entry ?

Iklan
h1

Mengenal Al-Ghazaliy

29 Agustus 2010

A. Mengenal Al-Gaza>li>y

  1. 1. Nama, Keturunan, Kelahiran dan Wafatnya

Imam al-Gaza>li>y bernama lengkap Muhammad bin Muhammad bin Ahmad al-Thu>siy> al-Gaza>li>y. beliau lahir dari keluarga penenun kain (Gazzah ) di salah satu kampung kecil bernama Gazalah, Kabupaten Thus, Propinsi Khursan, Wilayah Persi (sekarang Bernama Iran) pada tahun 450 H (1085 M)[1]

Setelah beliau berumah tangga beliau dikaruniai seorang putra yang ia beri nama dengan Hamid yang kemudian beliau dipanggil dengan Abu Hamid[2]. Adapun sebutan al-Gaza>li>y yang kemudian beliau lebih dikenal dengan sebutan tersebut dapat dilihat dari dua hal; Pertama; sebutan al-Gaza>li>y dinisbatkan (disandarkan) kepada kampung kecil tempat kelahiran beliau yang bernama Gazalah yang menunujukkan bahwa beliau adalah seorang keturunan persi dari Gazalah. Kedua; sebutan al-Gaza>li>y di nisbatkan kepada pekerjaan orang tuanya yaitu tukang tenun yang dalam bahasa persi disebut dengan Gazzah yang menunjukkan bahwa beliau adalah seorang keturunan tukang tenun kain.

Beliau wafat pada usia 55 tahun kota kelahirannya yaitu Kabupaten Thus pada tanggal 14 Jumadil Akhir 505 H / 19 desember 1111 M dengan meninggalkan tiga orang putrid, sedang putranya yang bernama Hamid telah terlebih dahulu mendahului beliau, meskipun beliau tidak meninggalkan keturunan laki-laki yang dapt mengikuti jejaknya, tetapi karya-karaya yang beliau tinggalkan jauh lebih besar sehingga seorang Philip. K. Hitti (peniliti sejarah peradaban Timur Tengah) dalam karyanya saat menyinggung tentang al-Gaza>li>y berkata; “This Father of the church in Islam, has since become the final authority for Sunnite orthodoxy Moslems say that if there could have been a prophet after Muhammad, al-Gazzali would have been the man.”[3] (Ini adalah seorang bapak dalam dunia Islam, beliau merupakan ulama pemurnu sunnah terakhir dapat dikatakan jika seandainya terdapat nabi setelah Muhammad, maka al-Gazali-lah orangnya).

Jenazah beliau dimakamkan di sebalah timur benteng makam Thaberran bersebelahan dengan makam seorang penyair besar Firdausi>y.[4] Read the rest of this entry ?

%d blogger menyukai ini: