Archive for Februari, 2010

h1

MEMBIMBING KEBERHASILAN PESERTA DIDIK

15 Februari 2010

MEMBIMBING  KEBERHASILAN  PESERTA DIDIK

oleh: Mu’tasim Billah, A.Ma.Pd

NUPTK. 9563 731632 200 003

BAB  I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Imam Al-Ghazali menyatakan bahwa guru (Muaallim) merupakan pelita zaman, orang yang hidup semasa dengannya akan memperoleh pancaran nur keilmuan (Muhaimin, 1993). Dalam paradigma baru guru adalah individu yang bertanggung jawab terhadap perkembangan siswa dengan mengupayakan perkembangan seluruh potensi baik kognitif, afektif dan psikomotorik, oleh sebab itu guru dipandang sebagai faktor kunci keberhasilan siswa, karena ia berinteraksi secara  langsung dengan siswa dalam proses belajar.

Salah satu prinsip dalam melaksanakan pendidikan adalah peserta didik secara aktif mengambil bagian dalam kegiatan pendidikan yang dilaksanakan. Untuk dapat terlaksananya suatu kegiatan, pertama harus ada dorongan untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Dengan kata lain untuk dapat melaksanakan sesuatu harus ada motivasi. Begitu juga keadaannya dalam proses mengajar atau pendidikan, peserta didik harus mempunyai motivasi untuk mengikuti kegiatan belajar atau pendidikan yang sedang berlangsung. Hanya apabila mempunyai motivasi yang kuat, peserta didik akan menunjukkan minatnya, aktivitasnya dan partisipasinya dalam mengikuti kegiatan belajar atau pendidikan yang sedang dilaksanakan.

Keberhasilan belajar siswa akan lebih memadai, apabila guru menerapkan peran bimbingan dalam belajar mengajar, yang berupa upaya fasilitatif bagi perkembangan kepribadian siswanya, serta upaya bimbingan lain untuk membimbing siswa menentukan tujuan yang hendak dicapainya, membimbing siswa dalam menilai keberhasilannya dalam mencapai tujuan.

Khusus dalam rangka pendidikan guru, penerapan peran bimbingan oleh guru itu perlu ditonjolkan karena siswa perlu menghayati secara wajar manfaat bimbingan dalam proses belajar mengajar itu. Dengan demikian, setiap guru seyogyanya bekerjasama dengan petugas bimbingan lainnya untuk menyediakan diri membantu siswa secara individual, dalam mengambil tanggungjawabnya guna mengembangkan dirinya sendiri.

Untuk membuat pelajaran lebih mudah merupakan hal yang telah banyak dilakukan oleh para pendidik. Dari siswa para pendidik telah menyadari bahwa proses belajar banyak dipengaruhi oleh apa yang telah diketahui oleh siswa sebelumnya, atau yang lebih dikenal dengan pengetahuan awal (prior knowledge). Proses pendidikan di kelas berusaha untuk menjadi jembatan yang dapat menghubungkan materi sekarang dengan materi yang lalu. Sehingga kemampuan awal akan manjadi prasyarat untuk dapat mempelajari materi pokok selanjutnya. Pada sisi lain ada upaya untuk menjadikan pelajaran menjadi rangkaian langkah yang lebih sederhana yang dapat dipelajari oleh siswa, pendidik selalu berusaha menjadikan siswa sadar akan belajar mereka sendiri. Dalam dunia pendidikan tentu saja tidak terlepas dari faktor belajar. Belajar adalah masalah setiap orang.karena kecakapan, pengetahuan, kebiasaan, keterampilan, kegemaran dan sikap manusia terbentuk dan berkembang karena belajar. Belajar dapat terjadi di lingkungan keluarga, masyarakat dan lembaga formal, akan tetapi tidak semua siswa mempunyai kesadaran untuk belajar. Keberhasilan pembelajaran merupakan keberhasilan peserta didik dalam membentuk kompetensi dan mencapai tujuan, serta keberhasilan guru dalam membimbing peserta didik dalam pembelajaran. Read the rest of this entry ?

%d blogger menyukai ini: