h1

THE BASIC

29 September 2009

Dalam al-Qur’an Allah Swt mengabarkan kepada kita bahwasanya setelah Dia menciptakan manusia dari benda yang bernama Thin (lumpur yang hina) kemudian Allah menyempurnakan benda yang telah berbentuk ini dengan unsur yang disebut dengan Ruh, dimana unsur tersebut berasal dari zat yang Dia sandarkan pada diri-Nya sebagaimana dalam kalimat-Nya:

وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي : “Dan (kemudian) Aku (Allah) hembuskan (masukkan) kedalam (benda tersebut) Ruh yang berasak dari-Ku” (Q.S Shaad, Ayat 72).  Dengan demikian Allah Swt memuliakan manusia dari makhluk-makhluk yang lain disesbabkan karena Ruh Allah yang berada dalam diri mereka. Hal ini ditegaskan oleh-Nya dalam Q.S al-Isra’, ayat 70 :

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آَدَم : “Dan Kami (Allah) telah memuliakan anak cucu Adam (Manusia)” .

Maksud dan tujuan Allah Swt menciptakan manusia adalah untuk menjadikan mereka Khalifah di muka bumi yang bertanggungjawab untuk memakmurkan bumi.

Agar manusia dapat memakmurkan bumi ini dengan baik, maka mereka membutuhkan ilmu sehingga kemudian Allah menganugrahkan kepada mereka Ilmu yang dengannya mereka mendapatkan tambahan kemuliaan, ilmu merupakan senjata utama dalam menjalankan misi utama penciptaan yaitu menciptaakan kemakmuran dan kedamaian di atas bumi Allah dan membentuk peradaban yang diridhoi oleh-Nya. Tanggungjawab manusia untuk memakmurkan bumi ini berdasarkan perkataan Allah dalam Q.S Huud, ayat 61:

هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا : “Dia-lah yang menciptakanmu dari bumi dan memakmurkanmu di dalamnya”. Maksudnya adalah memberikan kepadamu tanggungjawab untuk memakmurkan bumi tersebut setelah kamu diciptikan dirinya.

Kata memakmurkan dalam kalimat Allah tersebut dipahami secara komprehensif yaitu memakmurkan bumi dalam segala bentuknya baik secara material maupun nonmaterial.

Demikianlah sebuah bentuk awal dari maksud dan tujuan penciptaan, kemudian Allah Swt mengutus para Rasul kepada manusia yang bertanggungjawab dalam menyempaikan dan menyebarkan Risalah Allah hingga diutusnya Muhammad Shallallahu ’Alaihi wa Sallam yang merupakan penutup dan penyempurna para Rasul dimana awal wahyu yang beliau terima adalah wahyu yang mengandung makna back to basic, maksudnya kembali kepada tanggungjawab utama penciptaan manusia yang dibebankan oleh Allah yaitu kewajiban manusia dalam menjalankan fungsi memakmurkan bumi yang telah di perintahkan oleh Allah baik secara material maupun nonmaterial dengan membentuk sebuah peradaban yang berbasis Ilahiyah sebagaimana yang diwahyukan kepada sang penympurna risalah Allah dimuka bumi. Wallahu a’lam

Sumber: DR. Mahmud Hamdy Zaqzuq. Humum al-Ummah al-Islamiyyah (Maktabah al-‘Usrah, Kairo, 2001)

^_^ Zulkarnain Mubhar^_^ (Selanjutnya. . . Back to Basic)

%d blogger menyukai ini: