h1

Perkembangan Bahasa Indonesia

10 Maret 2009

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Bahasa merupakan salah satu unsur identitas nasional. Bahasa dipahami sebagai sistem perlambanganyang secara arbiter dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan digunakan sebagai sara berinteraksi manusia. Di Indonesia terdapat beragam bahasa daerah yang mewakili banyaknya susk-susk bangsa atau etnis.

Setelah kemerdekaan, bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia dahulu dikebnal dengan bahasa melayu yang merupakan bahasa penghubung antar etnis yang mendiami kepulauan nusantara. Selain menjadi bahasa penghubung antara suku-suku, bahasa melayu juga menjadi bahasa transaksi perdagangan internasional di kawasan kepulauan nusantara yang digunakan oleh berbagai suku bangsa Indonesia dengan para pedagang asing.

Pada tahun 1982 bahasa melayu mengalami perkembangan yang luar biasa. Pada tahun tersebut para tokoh pemuda dari berbagai latar belakang suku dan kebudayaan menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan Indonesia, keputusan ini dicetuskan melalui sumpah pemuda.

  1. Rumusan Masalah

Dari uraian di atas kami dapat menjelaskan beberapa masalah sebagai berikut :

  1. Darimanakah sumber bahasa Indonesia tersebut diambil ?
  2. Mengapa bahasa Melayu di angkat sebagai bahasa resmi bangsa Indonesia dan kapan peresmian tersebut dilakukan ?
  3. Apa saja yang melatar belakangi berkembangnya bahasa Indonesia?
  1. Tujuan Penulisan

Makalah ini ditulis untuk memenuhi syarat dalam menelesaiakan beberapa tugas penting sebagai mahasiswa pada Jurusan Tafsir Hadis Program Studi Khusus, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Makassar, untuk mata kuliah Bahasa Indonesia Pada semester II tahun Akademik 2005 / 2006.

PEMBAHASAN

  1. Sumber Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang berkembang dari bahasa Melayu, yang sejak dahulu bahasa ini telah dipergunakan sebagai bahasa perantara atau disebut juga dengan istilah lingua franca yang merupakan bahasa penghubung antar etnis yang mendiami kepulauan nusantara. Selain menjadi bahasa penghubung antara suku-suku, bahasa melayu juga menjadi bahasa transaksi perdagangan internasional di kawasan kepulauan nusantara yang digunakan oleh berbagai suku bangsa Indonesia dengan para pedagang asing, bahkan bahasa Melayu dipergunakan juga pada hampir di seluruh asia tenggara.

Bahasa Melayu mulai dipergunakan sebagai bahasa komunikasi pada zaman kejayaan Sriwijay yang pada saat itu jenis bahasa Melayu yang di pergunakan adalah bahasa Melayu kuno, hal ini dibuktikan dengan ditemukannya berbagai situs peninggalan kerajaan dalam bentuk prasasti di setiap daerah diantaranya adalah :

  1. Prasasti Kedukan Bukit di palembang, tahun 683
  2. Prasasti Tulang Tuo di Palembang, tahun 686
  3. Prasasti Kota Kapur di Bangka Barat, tahun 686
  4. Prasasti Karang Brahi antara Jambi dan Sungai Musi, tahun 688, yang bertuliskan Pra-Nagari.
  5. Prasasti Gandasuli di Jawa Tengah, tahun 832
  6. Prasasti Bogor, tahun 942

Seluruh prasasti-prasasti yang kami sebutkan di atas bertuliskan bahasa Melayu kuno, hal ini menunjukkan bahwa bahasa melayu telah menjadi bahasa komunikasi antar etnis yang ada di nusantara.

Pada zaman Sriwijaya bahasa Melayu berfungsi sebagai :

  1. Bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku-buku yang berisi aturan-aturan hidup dan sastra.
  2. Bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasaa penghubung antar suku di Indonesia
  3. Bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa perdagangan, terutama di sepanjang pantai, baik bagi suku yang ada di Indonesia maupun pedagang-pedagang yang datang dari luar negeri.
  4. Peresmian Bahasa Melayu Sebagai Bahasa Persatuan Bangsa Indonesia.

Diangkatnya bahasa Melayu sebagai bahasa nasional Indonesia di sebabakan oleh empat faktor utama yaitu :

  1. Bahasa Melayu telah menjadi bahasa penghubung (lingua franca) di indonesia Sejas zaman Sriwijaya.
  2. Bahasa Melayu memiliki sistem yang sederhana, mudah untuk di pelajari karena dalam bahas ini tidak di kenal tingkat bahasa, sebagaimana yanmg terjadi dalam bahasa Jawa atau perbedaan bahasa kasar dan halus sebagaimana yang terjadi dalam bahasa Sunda.
  3. Semua suku yang ada di nusantara menerima dengan lapang dada di jadikannya bahasa Melayu sebagai bahasa nasional.
  4. Bahasa Melayu masih dapat dipergunakan sebagai bahasa kebudayaan dengan arti yang luas.

Bahasa Indonesia yang kita kenal hari ini adalah bahasa yang mengalami perkembangan dari bahasa Melatu kuno, kemudian menjadi bahasa melayu, lalu kemudian diresmikan menjadi bahasa nasional bangsa Indonesia, yang kemudian dari hari ke hari bahasa indonesia semakin berkembang dan menjelma menjadi bahasa yang memiliki kemantapan struktur dan kekayaan kosa kata, apalagi setelah di bakukan beberapa kosa yang merupakan serapan bahasa asing.

Dari uraian kami sebelumnya, menunjukkan bahawa bahasa Melayu merupakan bahasa dasar bahasa Indonesia, perlu kiranya untuk kita ketahui tentang sejarah di resmikannya bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia.

Bahasa Melayu di resmikan pada tanggal 28 oktober 1928, oleh para pemuda bangsa Indonesia, pada saat para pemuda Indonesia mengikrarkan sumpah yang kemudian dikenal dengan istilah Sumpah Pemuda. Adapun naskah Putusan Kongres Pemuda Indonesia Tahun 1928 itu berisi tiga butir kebulatan tekad sebagai berikut :

Pertama : Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang

satu, tanah Indonesia

Kedua    : Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu,

bangsa Indonesia

Ketiga    : Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan,

bahasa Indonesia

Pernyata yang ketiga tidak hanya sebagai pengakuan “brevaza satu”, tetapi merupakan pernyataan tekad kebahasaan yang menyatakan bahwa kita, bangsa Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, yaitu bahasa indonesia.

Dengan diresmikannya bahasa Melayu yang telah dipergunakan sejak abad VII sebagai bahasa komunikasi antar suku bangsa di indonesia menjadi bahasa Indonesia melalui Sumpah Pemuda, maka bahasa Indonesia berusaha untuk menjadi bahasa yang kaya akan kosa kata dan mantap akan struktur sehingga ia tetap menjadi bahasa kebudayaan, perdagangan, dan pergaulan antar suku bangsa yang ada di seantero nusantara.

  1. Beberapa Peristiwa Yang Melatarbelakangi Berkembangnya Bahasa Indonesia

Tahun-tahun penting yang mengandung arti sangat menentukan dalam sejarah perkembangan bahasa Melayu atau bahasa Indonesia dapat kita rinci sebagai berikut :

  1. Pada tahun 1901 disusunlah ejaan resmi bahasa Melayu oleh Ch. A. van Ophuijsen dan di muat dalam kitab logat Melayu .
  2. pada tahun 1908 pemerinta mendirikan sebuah badan penerbit buku-buku bacaan yang bernama Comissie voor de Volkslectuur (taman bacaan rakyat), yang kemudian pada tahun 1917 di ubah menjadi Balai Pustaka.
  3. pada tanggal 28 oktober 1928 merupakan saat-saat yang paling menentukan dalam perkembangan bahasa Melayu, karena pada tanggal 28 Oktober 1928 itulah para pemuda pilihan memancangkan tonggak yang kukuh untuk perjalanan bahasa Indonesia
  4. pada tahun 1933 secara resma berdiri sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya “Pujangga Baru” di bawah pimpinan Sutan Takdir Ali Syahbana dan kawan-kawan.
  5. Pada tanggal 25-28 Juni 1938 dilangsungkan Kongres Bahasa Indonesia I di Solo, dari hasil kongres tersebut dapat disimpulkan bahwa usa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendekiawan dan budayawan Indonesia saat itu
  6. Di tanda-tanganinya Undang-Undang Dasar 1945 pada tanggal 18 Agustus 1945, yang salah satu pasalnya (pasal 36) menetapkan bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa resma negara.
  7. Pada tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan ejaan Republik (Ejaan Soewandi) sebagai Pengganti ejaan Van ophuijsen yang telah berlaku sebelumnya.
  8. Kongres Bahasa Indonesia II di Medan pada tanggal 28 Oktober – 2 November 1954 adalah salah satu perwujudan tekad bangsa Imndonesia untuk terus-menerus menyempurnakan bahasa Indonesia.
  9. Pada Tanggal 16 Agustus 1972 sesuai dengan Keputusan Presiden Indonesia No. 57 tahun 1972, Prsiden RI meresmikan penggunaan ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan
  10. pada tanggal 31 Agustus 1972 Mentri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan dan pedoman umum pembentukan istilah resmi berlaku di seluruh Indonesia
  11. Kongres Bahasa Indonesia III di jakarta pada tanggal 28 Oktober-2 November 1978 yang diadakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-50, selain memperlihatkan kemajuan, pertumbuhan dan perkembangan bahasa Indonesia sejak tahun 1928, juga berusaha memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia.

PENUTUP

  1. Kesimpulan
    1. Bahasa Melayu mulai dipergunakan sebagai bahasa komunikasi pada zaman kejayaan Sriwijay yang pada saat itu jenis bahasa Melayu yang di pergunakan adalah bahasa Melayu kuno.
    2. Bahasa Melayu di resmikan pada tanggal 28 oktober 1928, oleh para pemuda bangsa Indonesia melalui Sumpah Pemuda.
    3. Kini bahasa Indonesia berusaha untuk menjadi bahasa yang kaya akan kosa kata dan mantap akan struktur sehingga ia tetap menjadi bahasa kebudayaan, perdagangan, dan pergaulan antar suku bangsa yang ada di seantero nusantara.
  2. Saran-saran
    1. Hendaknya setiap insan terpelajar di Indonesia menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan.
    2. Kepada setiap guru, dosen, dan para da’i untuk senantiasa mengunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sebab dengan bahasa yang baik dana benar dapat tertransfer sebuah tatanan keilmuan yang baik pula.

End Noote:

1
Tim ICCE UIN Jakarta, Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Masyarakat Madani, Cet. II (Jakarta : Prenada Media, 2005), h. 31

2 Zaenal Arifin . S. Amran Tasai, Cermat Brevaza Indonesia, Cet.VII (Jakarta : Akademika Presindo, 2004), h. 3

3 Amran Halim. (Editor), Politik Bahasa Nasional 2, (Jakarta : Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa), h. 6-7

4 Zaenal Arifin . S. Amran Tasai, Cermat Brevaza Indonesia, Cet.VII (Jakarta : Akademika Presindo, 2004), h. 4

5 Amran Halim, Pembinaan Bahasa Indonesia, ( Jakarta : Pusat Pembinaan Bahasa Indonesia, 1983), h. 2-3

6 J.S. Badudu, Pelik-Pelik Bahasa Indonesia, Cet. IX ( Bandung : Pustaka Prima, 1975) h. 8-10

DAFTAR PUSTAKA

Tim ICCE UIN Jakarta, Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Masyarakat Madan, Cet. II Jakarta : Prenada Media, 2005

Arifin, Zaenal . Tasai, S. Amran, Cermat Brevaza Indonesia, Cet.VII Jakarta : Akademika Presindo, 2004

Halim, Amran. (Editor), Politik Bahasa Nasional 2, Jakarta : Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1976

————-, Pembinaan Bahasa Indonesia, Jakarta : Pusat Pembinaan Bahasa Indonesia, 1983

Badudu, J.S., Pelik-Pelik Bahasa Indonesia, Cet. IX Bandung : Pustaka Prima, 1975


%d blogger menyukai ini: