h1

DAULAH ISLAMIYAH

16 Januari 2009

MANAKAH DAULAH YANG BRBASIS KHILAFAH SEBENARNYA?
Negara islam berdiri sejak hijrah Rasulullah ke Madinah Tahun 622 M, hal ini menunjukkan bahwa Negara tidak dapat dipisahkan dari agama dengan beberapa dali yaitu; bahwa ketika Rasulullah saw pertama kali tiba di Madinah, maka pertama kali yang didirikan adalah masjid, kemudian diterbitkannya piagam Madinah (UU pertama di atasa dunia) yang mengatur tentang hak-hak Muslim dan Non Muslim, Negara yang didirikan dimadinah tidak berlabel Islam.
Setelah Rasulullah saw Wafat 632 M / 13 H Negara islam dilanjutkan oleh Khulafaurrasyidin dan berakhirnya khilafah Islamiyah dengan wafatnya ali bin Thalib. Jika melihat dari emmpat khulafaaurrasyidin berbeda cara pemilihannya. Abu Bakar dipilih setelah terjadinya perbedaan pendapatan dan diputuskan oleh hasil permusyawartan staqifah bani sa’adah beliau dicalonkan oleh para pembesar shabat lalu kemudian dipilih dan dibai’at oleh rakyat. Menjelng wafatnya abu baker beliau mencalonkan Umar sebagai calon tunggal dan pencalonan umar diterima oleh para sahabat senior (bukan karena dicalonkan oleh khalifah akan tetapi karena tidak ada yang lebih pantas menjadi khalifah selain Umar), menjelang wafatnya Umar beliau mencalonkan 6 orang kemudian 4 diantaranya mengundurkan diri dan resisalah Usman dan Ali kemudian dipilihlah kedua orang ini dan terpilihlah Usman. Setelah wafatnya Usman kemudian diangkatlah Ali oleh para sahabat yang dipimpin oleh Ibnu Abbas, pengangkatan Ali tidak melalui pencalonan dan pemilihan disebabkan karena keadaan yang sangan gawat dan genting. Pemilihan hanya dilakukan oleh beberapa orang yang berhak memilih dan tidak semua warga Negara memilih pemimpinya.
Dalam demokrasi kekuasaan tertinggi (kedaulatan) ditangan rakyat, maka pimpinan yang ingin dipilih harus menuruti keinginan rakyat. Dalam Islam terdapat syura iatu kedaulatan tertinggi adalah al-Qur’an dan As-Sunnah, dalm syura tidak semua rakyat dapat memilih tetapi hanya diserahkan kepada orang-orang yang ahli.
Konflik yang terjadi bermula dan meruncing pada masa Ali bin Abi Thalib, setelah meninggalnya Ali system pemerintahan Islam berubah menjadi kerajaan tetapi tetap menggunakan istilah khalifah dimana Mu’awiyah mengambil kepemimpinan dari Ali secara paksa dengan menggunakan kekuatan. Pemerintahan Islam membaik pada masa kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz. Namun bani Abbasiyah berhasil mengalahkan kekuatan bani Umayyah, maka pindahlah kekuasaan di tangan bani Abbasiyah kemudian dikenal dengan istilah Daulah bani Abbasiyah, akan tetapi ia runtuh ketika mongol menguasai Bagdad. Runtuhnya daulah Abbasiyah disebabkan karena karena dua factor ; peperangan Agama dan suku yang didalamnya terjadi pembelaan dan pendukungan dari Yahudi dan Kristen, adapun konflik agama ini terjadi antara Sunni, Syi’ah dan Khawarij dimana ketika kaums Syiah melemah, maka pihak agama lain mempersenjatai kaum sunni untuk menghancurkan syi’ah demikian juga sebaliknya sampai kedua belah pihak runtuh, sementara khawarij menggunakan kekuasan untuk memecahkan daulah sehingga terpecahlah daulah Abbasiyah salah satunya adalah dengan munculnya bani fathimiyah di Mesir.
Hikmah dari konflik internal Islam ; 1. menunjukkan mukjizat al-Qur’an, karena rata-rata mereka adalah para penulis-penulis al-Qur’an yang dibuktikan bahwa tidak ada seorang pun diantara mereka yang berani mentafsirkan Al-Qur’an untuk kepentingan politik, atau melakukan perubahan terhadap al-Qur’an. 2. menunjukkan bahwa Islam tidak disiarkan dengan kekuatan pedang karena dengan adanya konflik para pemimpin Negara berusaha memikirkan jalan keluar dari konflik internal yang terjadi, akan tetapi Islam tersiar dengan sendirinya.
Konflik sunni dan syi’ah diawali dari pengangkatan kekhalifahan dimana syi’ah mengklaim bahwa pengangkatan Ali merupakan wasiat Rasulullah saw dan Abu Bakar merampas kedudukan tersebut dari Ali. Baik syiah maupun sunni mengakui bahwa Imam sudah tidak ada setelah berakhirnya imam ke-12 dan Imam ke-12 akan kembali, hanya terjadi perbedaan pemahaman tentang Imam Mahdi dimana syi’ah mengangap bahwa yang datang itu adalah orang yang bergelar seperti itu sementara sunni menganggap bahwa yang datang itu adalah imam yang bersifat al-mahdi, sehingga siapa pun yang bersifat al-Mahdi, maka dia-lah Imam yang ke-12 itu.
Setelah runtuhnya daulah Abbasiyah berdirilah daulah Usmaniyah yang berkedudukan di Istambul Turki yang mengklaim diri sebagai daulah khilafah Islamiyah, namun setelah runtuhnya daulah ini pada tahun …… yang kemudian at-Taturk mendirikan Negara sekuler. Setelah runtuhnya dulah Usmaniyah tidak adalagi Negara ataupun daulah manapun yang kemudian mengkaliam diri sebagai daulah islamiyah.

%d blogger menyukai ini: