h1

Konflik Palestina (antara ideologi agama dan kepentingan politik)

10 Januari 2009

Palestina adalah tanah yang disucikan oleh Allah Swt sejak masa diutusnya Nabi Ibrahim ‘Alihissalam bahkan sebelumnya. konflik yang terjadi ditanah tersebut merupakan konflik antara Israel dan Arab dimana keduanya meupaakan keturunan Nabi Ibrahim.

sejarah menyebutkan bahwa kata Israel merupakan gelar yang disandarkan kepada Nabi Ya’qub As yang dalam bahasa arab disebut dengan “Asraa Laiil” yang artinya adalaj pejalan di malam hari. Nabi Ya’qub merupakan keturunan dari Nabi Ishaq dari nabi Ibrahim As. adapun bangsa Arab adalah merupakan keturunan Nabi Ismail bin Ibrahim ‘Alaihimassalam.

keturunan Nabi ya’qub dari Nabi Ishaq bin Ibrahim kemudian dikenal dengan nama “Bany Israil” adapun keturunan Nabi Ismail bin Ibrahim kemudian dikenal dengan nama “Bani Quraisy”.

kedua kaum ini merupakan kaum keturunan dari Nabi Ibrahim As. yang mendapatkan kemuliaan disisi Allah dimana dari keturunan beliaulah para Nabi dan Rasul Allah untuk manusia di muka bumi muncul, hanya saja kebanyakan yang menjadi Nabi dan Rasul serta penguasa dunia adalah dari keturunan Nabi Ishaq As. seperti Nabi Ya’qub, Yusuf, Ayyub, Sy’aib,Musa,Harun,Zulkifly,Daud,Sulaiman,Ilyas, Ilyasa’a,Yunus,Zakariya, Yahya, Isa, Syist, dan Danial kesemuanya merupakan keturunan dari Ishaq bin Ibrahim As. dan kesemuanya dilahirkan ditanah Al-Quds (Palestina).

adapun keturunan Ismail bin Ibrahim As. yang kemudian dikenal dengan “Bany Quraisy” yang diangkat sebagai Nabi dan Rasul Allah bahkan sebagai penutup para Nabi dan Rasul serta penyempurna risalah para Rasul Allah terdahulu hanya satu orang yaitu Nabiyullah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib al-Qurasyi al-‘Adnany Saw. yang dilahirkan ditanah Arab Mekkah, tempat dimana Nabi Ismail lahir dan dibesarkan, Rasulullah Saw pernah bersabda: “Aku adalah Keturunan dua anak manusia yang siap disembelih (yaitu Ismail dan ayahnya Abdullah)HR. Al-Bukhary.

Permasalahan utama terjadinya konflik adalah karena kaum bany Israil tidak menerima diutusnya Rasul terakhir dari katurunan Ismail As., dalam hal ini adalah Muhammad Saw, mereka mendambakan Rasul terakhir yang diutus adalah dari kalangan mereka, Namun Allah Swt Maha adil dan Maha Bijaksana dalam mengatur segala sesuatunya, dimana Allah Swt tidak pernah menempatkan sesuatu kecuali pada tempatnya.

Apa yang terjadi ditanah palestina sejak pulhan abad lamanya merupkan konflik yang memiliki dua kepentingan, pada satu sisi konflik tersebut adalah konflik kepentingan suatu kaum dimana Bany Israil(Israel), sangat berpegang teguh pada apa yang pernah dikatakan oleh Nabi Musa As., kepada pendahulu mereka bahwa tanah al-Quds (Palestina) adalah tanah milik moyang mereka yang telah ditetapkan untuk mereka, sementara Bany Quraisy (kaum Arab) menyebutkan bahwa tanah tersebut merupakan tanah yang disucikan oleh Allah Swt dan siapa pun yang beriman kepada Allah Swt dan kepada seluruh Nabi dan Rasul-Nya dan mengakui ke-Rasul-an Muhammad Saw berhak untuk tinggal di dalamnya dan bermukim di dalmnya apa pun latar belakang keturunan mereka.

sebagai catatatn utama, bahwa konflik di tanah Palestina akan terus bergulir meski seluruh dunia berusaha untuk mengecam antara satu pihak dengan pihak yang lain yang terlibat konflik hingga tiba suatu masa dimana seluruh keturunan Bany Israil (Yahudi) yang tersebar diseluruh penjuru dunia berkumpul di dalamnya dan mengurung diri mereka dengan tembok raksasa hingga mereka tidak lagi keluar di dalmnya, kemudian terjadi peperangan yang sangat besar dimana kaum Muslimin dan kaum Nashrany bersatu untukmeruntuhkan mereka. demikianlah pesan Rasulullah Saw perihal peperangan besar yang terjadi pra kiyamat besar.

adapun dari sisi politik kaum Bany Israil(yahudi Israel) berusaha untuk memiliki kedaulatan tersendiri setelah selama beberapa abad lamanya mereka terusir disebabkan karena pembankangan mereka terhadap Rasul-Rasul Allah Swt yang telah diutus untuk menjelaskan Syariat-syariat Allah Swt, bahkan mereka tidak segan-segan membunuh para nabi dan Rasul Allah Swt tersebut.

Untuk mewujudkan berdirinya negara Israel di tanah Palestina, kaum Yahudi dan Zionis Israel senantiasa menjadikan Amerika Serikat sebagai sekutu utama mereka yang siap sedia kapan pun bantuan mereka dibutuhkan, maka tidak mengherankan jika Amerika sejak tahun 70-an telah memveto resolusi PBB tentang Israel sebanyak kurang lebih 97 kali, dan pada hari kamis malam kemarin Resolusi PBB yang telah di sepakati oleh 14 Dewan Keamanan PBB, Amerika Serikat memilih untuk abstain mengingat peran Israel dalam mengangkat harkat dan martabat AS sebagai negara adidaya dan sebagai polisi dunia. jadi untuk memerangi Israel, maka secara tidak langsung perang terhadap Amserika pun harus dikobarkan sebab Negara tersebut adalah Negara pendukung utama berdirinya Negara Israel yang berdaulat di atas tanah palestina.

wallahu a’lam.

%d blogger menyukai ini: