CEMBURU TERHADAP MANHAJ AL-HAQ
Catatan untuk Sofyan Chalid Ruray
Oleh: Ibnu Al-Mubhar As-Sanjayi*
Catatan ini adalah kajian berkala terhadap “risalah” Sofyan Chalid Ruray
MUQADDIMAH
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillah alladzi hadana ilaa sabili almuhtadiin, wa Arsyadanaa ilaa sabili al-Rasyaad, wa Akhrajana min Dhulumaati al-Jahli ilaa Nuuri al-‘Ilmi, wa Atsbatanaa bi al-ittiba’I wa al-intimaai ilaa risaalati khatamil Anbiyaai wa al-Mursaliin Muhammadin Abdullahi wa Rasuluhi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala Alihi wa Ashahabih ath-Thahiriin wa man tabi’ahum biihsanin ilaa yaumi nalqaa birabbi al-‘ibaadi wa sallam, wa Ab’adanaa min khadzalati wa dhalalati al-Bida’I wa al-mubatdi’in. wa ba’du,
Catatan ini kami buat bertujuan untuk meluruskan –min babi al-ishlahi baina ikwati al-mu’minin – terhadap berbagai perkara yang selama ini kerap dijadikan sebagai pemicu munculnya kedengkian, permusuhan dan pertikaian antara para da’I pengusung dakwah ahlussunnah di atas manhaj al-Haq yang tiada henti utamanaya di kota Makassar Sulawesi Selatan. Diantara perkara-perkara tersebut adalah sebagai berikut:
- Hukum berifadah dan beristifadah (meminjam istilah Ust. Ikhwan Abdul Jalil, Lc pada dialog tentang Terorisme di UNHAS) dengan ahli bid’ah
- Al-Muwazanah atau Al-Inshof (bersikap pertengahan)
- Berpolitik
- Hizbiyyah (Berorganisasi) Read the rest of this entry ?
Like this:
Be the first to like this post.