h1

WAHYU (Sumber Ilmu dan Pemikiran)

24 November 2008

Mengapa wahyu dijadikan sebagai sumber ilmu dan pemikiran dalam Islam? Secara sederhana dapat dikatakan bahwa pedoman hidup seorang muslim adalah Alquran dan Sunnah, yang keduanya merupakan wahyu Allah Azza Wa Jalla yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad Saw.

Secara tegas Allah Swt menyatakan bahwa Alquran diturunkan untuk menjadi petunjuk bagi orang yang bertaqwa sesuai dengan firman Allah Swt :

“Itulah Al-Kitab (Alquran) yang tidak ada keraguan di dalamnya yang menjadi petunjuk bagi orang yang bertaqwa.” ( QS. 2 : 2 )

Alquran juga diturunkan menjadi petunjuk bagi seluruh manusia, ia juga merupakan penjelas atas segala sesuatu, menjadi pembeda antara yang haq (kebenaran) dan yang bathil (kesesatan) dan juga menjadi petunjuk yang lurus.

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan bagi petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil).” ( QS. 2 : 185)

Wahyu datang untuk memberikan gambaran yang benar tentang alam, kehidupan dan manusia. Kedatangan wahyu untuk membangun Aqidah atau keyakinan yang benar dan untuk mewujudkan insan yang shaleh baik secara individu maupun sosial, karena itu, wahyu banyak membicarakan tentang alam ghaib. Wahyu dapat menjawab permasalahan manusia yang tidak dapat diselesaikan oleh indera, akal, filsafat dan tasawuf. Wahyu dapat menyelesaikan persoalan tertentu yang jika diserahkan sepenuhnya kepada manusia tanpa wahyu akan menjadi ajang pertarungan sesama manusia sehingga timbul kekacauan, yang berakibat pada timbulnya penderitaan, kehancuran dan kenestapaan.

Selain itu Islam dengan Alquran dan Sunnah, merupakan Diin (Agama) yang memiliki karakteristik tertentu, yang tidak dimiliki oleh agama lain atau ideologi apapun di muka bumi ini, sehingga wajar jika seorang guru besar filsafat pada University of Franch, Prancis. Setelah melalui pengembaraan panjang dalam berbagai ideologi dan agama yang akhirnya masuk Islam mengatakan :

“Saya menjadi seorang Muslim yang mendapatkan suatu kemuliaan istimewa dalam agama ini, yang dibutuhkan bagi kemanusiaan. Islam tidak memisahkan antara Iman, Ilmu dan Tekhnologi, tetapi menghimpun ketiganya dalam kesatuan yang tak terpisahkan.” Setelah itu Ia tegaskan kembali “Tidak perlu lagi melakukan pengulangan pemutusan.” (Prof. Dr. Roger Garaudy)

Syaikh Yusuf Hathy berkata :

“Nikmat dan rahmat yang paling besar dan paling mulia yang diberikan Allah kepada kita adalah bahwasanya Allah tidak pernah meninggalkan sesuatu yang kita inginkan sedikitpun kecuali telah Allah sebutkan di dalam Alquran, maka bagiNya segala pujian dan syukur.”

Karakteristik di atas sekaligus menggambarkan keistimewaan Islam yang dijelaskan oleh wahyu itu sendiri, menurut para ulama diantara keistimewaan Islam itu adalah :

1. Rabbaniyyah (Bernilai ketuhanan)

Islam adalah satu-satunya agama Allah Swt yang datang dari Rabbul-Izzati, satu-satunya agama yang benar yang diakui disisi-Nya. Ia merupakan pedoman hidup manusia, bukan buatan dan bualan manusia. Firman Allah :

“Sesungguhnya agama yang benar disisi Allah, hanyalah islam.” (QS. 3:19)

Pada ayatNya yang lain Dia (Allah) berfirman:

“Pada hari ini Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan Aku sempurnakan nikmat-Ku, dan Aku ridha Islam menjadi agamamu.” (QS. 5 : 3)

2. Syumuliyyah (Komprehensif)

Islam adalah diin (agama) yang mencakup segala aspek kehidupan, termasuk hal-hal yang berhubungan dengan alam fisik, baik yang ada di bumi maupun di angkasa. Tidak ada satu aspek pun dari kehidupan ini terlewatkan. Aspek tersebut ada yang diselesaikan secara global, secara rinci, ada juga berupa isyarat (implisit) dan ada yang eksplisit (jelas), serta ada yang berupa kisah atau tamsil yang sarat dengan ibrah (pelajaran) dan hikmah. Sebagaimana firman Allah :

“Dan Kami telah menurunkan Alquran kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu. Dan sebagai petunjuk dan rahmat serta berita gembira bagi orang yang menyerahkan diri ” (QS. 16 : 89)

3. Insaniyyah (Manusiawi)

Islam diberlakukan oleh Allah untuk seluruh manusia, bukan hanya kepada kaum atau bangsa tertentu meskipun sebagian manusia ada yang tidak menggunakannya sebagai petunjuk. Ini merupakan persoalan lain dan menjadi kesalahan sendiri. Allah SWT berfirman :

“Tidaklah Kami mengutusmu kecuali menjadi rahmat bagi seluruh alam.” (QS. 21 : 107)

4. Ashalah (Orasinalitas)

Islam dengan kitabnya Alquran, senantiasa akan terjaga keasliannya, Allah yang akan menjaga keasliannya. Ini terbukti dalam sejarah selama 14 abad lebih, Alquran tidak berubah sama sekali, bila ada kekeliruan atau pemalsuan, maka akan segera diketahui.

Allah telah banyak menghadirkan para Huffadz (orang-orang yang hafal Alquran). Mereka ahli dalam memahami, menghayati, memperjuangkannya dan senantiasa mengamalkannya sehingga berperan besar dalam menjaga orisinalitas Alquran. Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Alquran, dan sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya.” (QS. 15 : 9)

5. Whudhuh (Jelas)

Ajaran Islam sangat tegas dan jelas dalam menerangkan segala sesuatu, perihal yang prinsip dan penting atau hal-hal yang rawan bagi kehidupan, Islam telah menjelaskannya dengan gamblang dan sistematis. Allah berfirman :

“Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan.” (QS. 5 : 15)

6. Tawazun (Keseimbangan)

Ketika melihat dan meletakkan suatu persoalan, Islam selalu melakukannya secara jelas, proporsional, adil, dan tidak ekstrim. Yakni berada antara realitas dan idealisme, antara hal yang tetap dan berubah. Allah SWT berfirman :

“Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang maha pemurah itu, sesuatu yang tidak seimbang, maka lihatlah berulang-ulang adakah sesuatu yang tidak seimbang ?.” (QS. 67 : 3)

Sebagai kesimpulan dari tulisan ini adalah bahwasanya bila seorang muslim ingin mengetahui seluk beluk dari pada langit dan bumi dan seluruh apa yang terdapat di dalam keduanya serta ingin mendalami orisinalitas Islam dengan benar serta mengamalkan seluruh apa yang telah diatur oleh pemilik agama yang mulia ini, maka tiada jalan baginya kecuali kembali untuk mengkaji dan memahami wahyu yang telah diturunkan oleh Allah kepada Rasulullah Saw yaitu Alquran dan Sunnah Shahihah (Sunnah atau Hadis yang benar) yang didalamnya tidak terdapat kekurangan dan kekeliruan sedikitpun sampai masalah yang paling terkecil yang tidak pernah dirambah oleh otak manusia sekalipun, telah dijelaskan secara lugas, tegas, jelas, berimbang dan sistematis oleh kedua wahyu tersebut. Wallahu A’lam

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: